RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Valentine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Valentine. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013



img


Meskipun hanya bunga, hadiah apapun meski sederhana tetap bisa membuat wanita tersenyum. Seperti yang dirasakan wanita ini. Suaminya yang sudah meninggal tetap bisa membuatnya tersenyum karena saat Valentine masih mengirimkannya bunga. Bagaimana bisa?

Sue Johnston menceritakan kisah mengharukan dan romantis ini dalam sebuah majalah, seperti dikutip Huffington Post. Sue mengatakan, dia dan suaminya, John sudah menikah selama 46 tahun. Selama itu juga, John tidak pernah absen memberikannya bunga disertai tulisan singkat: My love for you grows.

John meninggal dua tahun lalu. "Empat anak, 46 buket (bunga) dan cinta sepanjang hidup adalah warisannya untukku," tulis Sue asal Houston, Texas.

Sepuluh bulan setelah John meninggal, Sue melalui Valentine pertamanya tanpa sang suami. Di hari kasih sayang itu, Sue terkaget-kaget karena dia menerima bunga yang berasal dari suaminya. "Marah dan sedih, aku menelepon tukang bunga untuk mengatakan ada kesalahan," kisah Sue.

Namun di ujung telepon, si tukang bunga bilang kalau bunga yang mereka kirimkan memang untuk Sue. Rupanya John sudah memberikan sejumlah uang agar bunga tetap dikirimkan pada istrinya sepanjang hidup wanita itu. 

"Dia meminta kami untuk memastikan bahwa Anda menerima bunga tersebut setiap Hari Valentine tiba," tulis Sue menirukan ucapan tukang bunga.

Mendengar perkataan tukang bunga tersebut, menurut Sue, jantungnya seperti mau meloncat keluar. "Aku tutup teleponnya dan membaca kartu (di bunga). Di sana tertulis, 'My love for you is eternal'," tulis wanita 68 tahun itu di akhir kisahnya.

Selasa, 12 Februari 2013

imgValentine identik dengan menunjukkan cinta kepada pasangan atau orang yang dikasihi. Namun bagi sebagian orang, Valentine tidak bermakna apa pun. Itulah yang dirasakan dua wanita ini. Keduanya tidak suka merayakan 14 Februari hanya menganggap Valentine sebagai budaya saja.

Dara, 24 Tahun

Wanita yang telah jomblo selama satu setengah tahun itu menuturkan, Valentine bukan merupakan hari yang spesial jadi hanya menganggapnya sebagai hari biasa sama seperti hari lainnya. Namun karena hari Valentine setelah hari ulang tahunnya jadi akan lebih terasa kalau punya pasangan.

"Kalau punya pasangan mungkin lebih bermakna walaupun nggak gimana-gimana, waktu itu juga nggak ngerayain lebih ke tanggal 13-nya sih daripada 14. Nggak berasa Valentinenya lebih ke ultahnya," ujar Dara (bukan nama sebenarnya) , Jumat (08/2/2013).

Meskipun Dara tidak pernah merayakan Valentine, tapi ia cukup sedih melalui hari ulang tahun sekaligus Valentine tanpa pasangan. Namun wanita yang hobi menulis itu tidak ingin kencan atau pergi dengan pria yang baru dikenalnya hanya karena ingin tampak punya pasangan.

Dara memang termasuk tipe wanita pemilih. Ia tidak mudah move on atau menjalin cinta kembali dengan pria lain dalam waktu dekat. Wanita yang bekerja di sebuah perusahaan swasta itu putus karena kekasihnya tidak dewasa setelah enam bulan pacaran. 

"Sebenarnya karena sebelahan sama ulang tahun agak sedih ya, sedih yang ‘wah ternyata tahun ini masih sendiri’, tapi bukan berarti labil atau kenapa-kenapa," papar Dara.

Dara pun menyarankan, bagi wanita yang sedang jomblo saat Valentine tidak perlu galau, coba sabar dan perbanyak aktivitas, komunikasi dengan teman-teman, atau menyibukkan diri dengan kegiatan lain, seperti menonton atau berbelanja.

Sari, 25 Tahun

Sari (nama samaran) juga merupakan salah satu wanita single yang tidak suka merayakan Valentine. Bagi Sari, memberikan kasih sayang itu tak harus ketika Valentine saja, tapi setiap hari juga sudah saling menunjukkan kasih sayang dulu saat ia punya kekasih.

"Karena dulu itu (saat masih punya pacar) gua sama dia mikirnya hari kasih sayang setiap hari nggak cuma Valentine, orang tiap hari kita ketemu. Kita setiap hari sudah sayang-sayangan kenapa harus Valentine," ujar Sari , Jumat (08/2/2013).

Namun kini Sari sudah putus dengan kekasihnya karena dia bukan tipe pria serius selama tiga tahun pacaran. Sudah setahun lebih wanita kelahiran 12 Desember 1988 itu menjomblo. Akan tetapi, ia tidak merasa sedih atau galau jelang Valentine karena biasa melaluinya sendiri.

Bahkan Sari mengakui lebih suka Valentine sendiri daripada punya pacar. "Gua lebih suka sendiri jadi nggak ribet. Kalau misalnya gua berhubungan sama orang yang baru, gua belum tahu nih dia tipe yang merayakan Valentine atau nggak, nanti gua ribet sendiri mikir ngasih coklat nggak ya, harus apa ya," urai wanita lulusan universitas negeri itu.

Sari pun juga memberikan saran kepada para wanita yang tidak memiliki kekasih saat Valentine agar tidak sepi coba banyak kegiatan. Mungkin dengan jalan-jalan sendiri, pergi sama teman, serta membuka diri dengan orang lain agar bisa tidak merasa kesepian ketika Valentine.
Hai gan, valentine bentar lagi, saya akan share info tradisi merayakan valentine di berbagai negara . Valentine ternyata tak selamanya identik dengan memberikan cokelat dan makan malam. Ada juga tradisi unik yang biasa dilakukan oleh negara tertentu, untuk merayakan Valentine. Mau tahu seperti apa?

Mulai dari makan mie hitam untuk mereka yang jomblo sampai menyelipkan empat lembar daun di bawah bantal, adalah dua dari 7 tradisi yang tak biasa untuk merayakan Valentine. Melansir situs Oddee, Selasa (12/2/2013) berikut adalah 7 tradisi unik di dunia untuk merayakan Hari Kasih Sayang:

1. Slovenia: Berkebun dan berladang

Santo Valentine dianggap suci di Slovenia. Konon, hari Valentine adalah waktunya tanaman dan bunga mulai tumbuh. Itu adalah hari pertama pada tahun tersebut untuk memulai berkebun anggur dan berladang.

Seperti namanya, Valentine datang pada 14 Februari. Hari tersebut juga dipercaya menjadi tradisi untuk melamar dan menikahi orang-orang yang mereka cintai. Sebenarnya, perayaan Hari Kasih Sayang di Slovenia, dirayakan pada tanggal 12 Maret. Perayaan tersebut dikenal dengan Saint Gregory's Day.

2. Jepang: Wanita memberikan pria cokelat

Setiap 14 Februari, wanita Jepang punya tradisi untuk memberikan cokelat pada pria. Jenis cokelat yang diberikan pun berbeda-beda sesuai dengan hubungan antara keduanya. Giri-choko diberikan untuk atasan, rekan kerja, dan teman. Honmei-choko diberikan untuk pacar dan suami. Honmei-choko adalah cokelat yang spesial karena dibuat sendiri oleh si pemberi.

Satu bulan kemudian, tepatnya tanggal 14 Maret mereka merayakan White Day. Barulah pada hari tersebut, pria memberikan hadiah pada wanita yang sudah memberinya cokelat. Hadiah tersebut setidaknya dua atau tiga kali lipat lebih berharga dari hadiah yang diterimanya saat Valentine.

Bila pria tersebut tidak memberikan hadiah, menganggap dirinya berada di posisi yang lebih tinggi. Jika nilai hadiah yang diberikan oleh pria memiliki nilai yang sama dengan pemberiannya, itu dianggap kalau si pria ingin mengakhiri hubungan. Tidak hanya cokelat, saat ini perhiasan, aksesoris, dan pakaian menjadi pilihan untuk hadiah.

3. Wales: Memberikan sendok dengan lambang cinta

Berbeda dengan negara lain yang merayakan Valentine pada tanggal 14 Februari, Wales justru merayakan Valentine pada 25 Januari. Hari Valentine ini dikenal sebagai Dwynwen's Day. Ini dilakukan untuk memperingati kisah cinta tragis antara Dwynwen yang dianggap suci oleh orang Welsh dan pangeran muda bernama Maeron. Karena alasan tertentu, meski saling mencintai keduanya tidak bisa bersama.

Kisah ini pun menginspirasi warga Wales untuk bertukar kartu dan hadiah. Ini dilakukan untuk mengutarakan perasaan antara satu sama lainnya. Biasanya, Dwynwen's Day dirayakan dengan memberi dan menerima sendok cinta. Pada gagang sendok tersebut diberi ukiran simbol yang romantis. Kemudian, sendok tersebut diberikan pada wanita yang dicintai.

4. Britania Raya: Menyelipkan 4 daun salam ke bantal & bola tanah liat

Pada malam Valentine, wanita di Britania Raya punya tradisi unik yaitu menyelipkan empat lembar daun salam di sudut bantal. Tidak hanya itu, mereka juga akan makan telur dengan garam. Mereka kalau malam itu akan memimpikan suami mereka di masa depan.

Adapun, wanita yang menuliskan nama kekasih mereka di kertas dan dimasukkan ke dalam bola-bola tanah liat. Kemudian bola tersebut diceburkan ke dalam air. Kertas manapun yang muncul pertama kali, dipercaya akan menjadi calon suami mereka. Sekarang, beberapa masyarakat masih melakukan tradisi ini.

5. Korea Selatan: Yang jomblo makan mie hitam

Mirip dengan Jepang, wanita di Korea Selatan akan memberikan cokelat pada pria setiap tanggal 14 Februari. Pada White Day tanggal 14 Maret, para pria membelas memberikan permen cokelat pada seorang perempuan.

Bedanya, di Korsel ada juga Black Day yang dirayakan pada 14 April. Pada hari tersebut, mereka yang tidak mendapat hadiah pada 14 Februari atau 14 Maret, akan pergi ke sebuah restoran China untuk makam mie hitam. Mie hitam, menandakan suasana 'berkabung' untuk mereka yang jomblo.

Korea juga merayakan Pepero Day pada 11 November. Saat itu pasangan muda saling memberikan kue Pepero. Uniknya, Korea Selatan menandai setiap tanggal 14 dari Januari sampai Desember, adalah Hari Kasih Sayang. Hari-hari itu adalah Candle Day, Valentine's Day, White Day, Black Day, Rose Day, Kiss Day, Silver Day, Green Day, Music Day, Wine Day, Movie Day, dan Hug Day.

6. China: Pergi ke kuil jodoh

Ternyata China juga punya tanggal Valentine sendiri, yaitu Qi Xi Jie atau hari ketujuh pada bulan ketujuh kalender China. Untuk tahun 2013, Hari Valentine China jatuh pada tanggal 13 Agustus. Tradisi ini berawal dari kisah cinta romantis pada 2.000 tahun silam. Banyak cerita tentang legenda yang mendasari Qixi Festival.

Konon, dahulu ada seorang gembala sapi bernama Niulang dan seorang bidadari penenun, bernama Zhinv. Namun, keduanya dipisahkan oleh dewi dari surga yang marah karena bidadari ingin menikahi seorang manusia. Alhasil, mereka hanya bisa bertemu sekali setahun di sebuah jembatan yang dibentuk oleh burung gagak.

Untuk merayakan hari ini, masyarakat China datang ke Kuil Jodoh dan berdoa untuk percintaan, kebahagiaan, dan perkawinan. Sedangkan yang jomblo, juga mengunjungi kuil untuk meminta keberuntungan dalam percintaan. Pada malam harinya, gadis-gadis yang belum menikah berdoa kepada bintang Vega. Biasanya, pada hari itu gadis-gadis muda di China juga akan mengukir buah melon.